ORIGINAL FACE OF 12RPL1

Jurusan RPL kelas 12RPL1. Lugu, Polos, dan terpancar semangat YANG MEMBARA dari tatap matanya, JALAN MASIH TERAMAT JAUH,.. MUSTAHIL BERLABUH BILA DAYUNG TAK TERKAYUH

CANTIK-CERDAS-CREATIF

Inilah wajah siswi RPL yang tergabung dalam TIM PENARI, dibimbing oleh Ibu Hesti mereka menghibur saat acara Wisuda SMK Negeri 10 Semarang

JUARA 1 OLIMPIADE KOMPUTER SMA/SMK SEJATENG

BERDOA-BELAJAR-BERKARYA, akhirnya membuahkan hasil, Anita Widyaningrum (bawa Piala) didampingi Kepala Sekolah dan Kepala Program RPL serta Ketua Osis SMKN 10 Semarang

TIM RPL SMK NEGERI 10 SEMARANG

Potensial, Energik dan Iklas semangat dalam Jiwa TIM RPL untuk membantu dan mengantarkan siswa-siswi jurusan RPL menggapai MIMPI

WAJAH CERIA KELAS 3RPL2

Kelas 3RPL2. Lugu, Polos, dan terpancar semangat YANG MEMBARA dari tatap matanya, JALAN MASIH TERAMAT JAUH,.. MUSTAHIL BERLABUH BILA DAYUNG TAK TERKAYUH

UJIAN PRAKTEK KEJURUAN RPL 2011

Suasana pelaksanaan Ujian Praktek Kejuruan ( UPK ), salah satu siswa RPL sedang diuji oleh penguji industri ( DINUS-TECH ), Tiga Paket soal UPK yaitu: Kredit Motor, Stok Barang dan Rawat Inap semua soal berbasis Website.

UNIT PRODUKSI - RPL CENTER

Wadah Kreatifitas dan Produktifitas warga RPL baik guru dan siswa, meliputi Bidang Software, Hardware dan Training. Siswa dan Alumni RPL sebagai Motor penggeraknya.

PASUKAN PEDANG PORA SMKN 10

Pasukan Pedang Pora SMK Negeri 10 Semarang, bertugas saat Acara Wisuda Kelas 3 di SMK Negeri 10 Semarang pada 4 Juni 2011 di Gedung Serbaguna.

Senin, 26 Agustus 2013

Ke Gontor Apa Yang Kau Cari? #3


Saat ngangsu kawruh di Gontor 6 Magelang, alhamdulillah everything is alright. We visited our son once a month. It takes three hours to get there. Ya, biasanya, kami brangkat around eight thirty n ikut jumatan di masjidnya. Biasanya kami bawakan our son some snack n food for lunch. Sometimes, dia request fried rice ato fried chicken, pernah jg minta bakso n kupat tahu. Yg terakhir itu special food from Magelang, di Magelang itu jg kami pertama kali nyobain kupat tahu, dan ternyata kupat tahu di bbrp warung  di Magelang(kami nyicip di 4 tempat) rasanya agak agak beda.
Ketika our son request some food, itu artinya kita hrs belikan pesenannya sekaligus 5 ato 6 bungkus, karena dia ajak tmn2nya jg ikutan makan bareng. Kebersamaan adalah salah satu prinsip pembelajaran di Gontor, dan salah satu aplikasinya ya itu tadi, makan bareng2. Sandy pun sering diajak makan bareng ketika ada temannya yang ditengok orangtuanya. Begitu jg dg HP. Ketika kami nengok dia, ada bbrp temannya yg pinjam HP kami utk kontak orangtua mereka. Sebaliknya, Sandy pun kerap tlp kami dan minta saya ato papanya utk tlp balik. 
Ketika libur smester 1 Sandy libur 10 hari, dan ternyata dia sakit, gatal disekujur tubuh, dia bilang namanya jarban, penyakit khas santri pondok. Sandy terlihat enjoy aja dan berusaha meyakinkan saya terutama, bahwa jarban itu penyakit biasa aja dan insyaaAlloh akan segera sembuh. Kami ajak dia ke dokter pun nggak mau, katanya nanti pun akan sembuh sendiri. Sandy semakin meyakinkan saya ketika kita sdg minta obat di RS tempat buliknya bekerja sbg perawat, ada seseorang yg bilang kalo santri sakit jarban itu artinya santri tsb krasan di pondok, itu ciri ciri santri sejati. Hah,.... ciri cirinya gatal? Please deh, ..... Tapi ya, .... mo gmn lagi, anaknya pede banget gitu.
Mbah utinya yg di Sragen mbrebes mili saat pertrama liat Sandy ketika libur smester 1 kami ajak sowan kesana. Kurus, gatel pula. Tp Sandynya tenang2 aja n bilang, "aku nggak apa apa, mbah". Mbah utinya trus nawarin dia mo dimasakin apa, n dg semangat pula Sandy request some food ke mbah utinya. Dan mbah utinya sumringah banget saat makan Sandy selalu nambah porsinya.
Everything goes smooth sampe suatu ketika saat Ramadhan kemarin n Sandy jg liburan di rmh (fyi, santri libur 50 hari saat Ramadhan sampe 10 Syawal) ada something wow, ... Ya, kami otw home from LPMP (ada sosialiasai kurikulum 2013) dan ada sms masuk ke HP my husband. Dari kakak kelas Sandy yg kasih info bahwa Sandy naik kelas 2 dan positif di Gontor 1 Ponorogo. Subhanalloh, ...... saya sampe nangis, ya seneng ya terharu ya kayak nggak percaya, masa iya Sandy kelas 2 di G1? Begitu selesai nangis, saya tlp kaka kelasnya tsb untuk konfirmasi, dan dia jawab betul info itu. Dua hari berikutnya ada tlp dari kakak kelasnya yg lain yg jg kasih info yg sama. Kami br merasa agak yakin. Ya, karena memang blm ada surat resmi dari G6 ttg hal itu.
Saya terutama, sebenernya msh nggak percaya Sandy secepat itu masuk G1 (fyi, santri yg di G1 adalah santri pilihan, walopun nantinya saat kelas 6, semua santri akan merasakan suka dukanya nyantri di G1). Saya insyaaAlloh tahu betul spt apa Sandy, yg pemalu dan prestasi akademiknya jg biasa saja, ditengah tengah.
Sampai suatu hari, sepulang kami libur lebaran, kami dapati sebuah surat dari Gontor 6. Isinya adalah pemberitahuan resmi dari Gontor 6 bahwa Sandy Alif Rizqiawan, our son, naik kelas 2 di Gontor 1 Ponorogo. Alhamdulillah, lega hati kami setelah mendapat kepastian itu. Kami pun menelpon salah seorang ustadz di Gontor 6, menanyakan apakah kami mengantar Sandy ke G6 atau langsung ke G1. Ternyata kami bs langsung antar Sandy ke G1.


                                                                Sandy n Mamae
Kami antar Sandy ke G1 Kamis, 15 Ags 2013, atau 8 Syawal 1434 H. Pada 10 Syawal seluruh santri Gontor hrs sdh berada di pondok dan akan ada sanksi bagi santri yang datang setelah tgl tsb tanpa ada alas an yang logis. Jadi disamping kami berikan Sandy waktu agak longgar utk adaptasi tempat, jg karena kami Sabtunya jg hrs ikut upacara hari kemerdekaan Indonesia di sekolah kami masing2. Kami menginap semalam di Ponorogo, dan alhamdulillah kami tidur dg nyaman di rumah ibunda tmn papanya Sandy. Esoknya hr Jumat, setelah sarapan nasi pecel plus rempeyek kacang n teri, kami berpamitan pada beliau. Kami ke G2 dulu, menengok Rafli, keponakan saya dari Lampung yg jg lagi jadi calon santri Gontor. Kami cm sebentar di G2 karena kami hrs menyelesaikan administrasinya Sandy di G1.

Kembali ke G1 dan kami langsung ke bagian administrasi, dan hrs santri sendiri yg menyelesaikannya. Alhamdulillah semua lancar.  Setelah itu kami mencari ruangan / kamar untuk tidur santri, dan ternyata semua santri dari Gontor cabang yg naik kelas ke G1 ditempatkan di Wisma Hadi, boleh kamar mana saja. Alhamdulillah, setelah Sandy mendapat kamar utk tidur sementara (kamar tetap belum dibagi), kami have lunch dulu di kantin depan Wisma Hadi. Saat lunch itu saya negosiasi sama Sandy, saya bilang kami akan pulang ke Semarang sebelum Jumatan karena Jumat malamnya ada halal bihalal di kampong dan esoknya kami hrs ikut upacara tujuhbelasan di sekolah. Akhirnya Sandy oke, tp kami tunggu dia mandi dulu persiapan Jumatan, trus beli air putih dulu, kemudian Sandy persiapan ke masjid dan kamipun meluncur ke Semarang, transit di Sragen jemput Liyo, adiknya Sandy.
Alhamdulillah semua berjalan lancar. ( mama Sandy )

Senin, 19 Agustus 2013

Ke Gontor Apa Yang Kau Cari? #2

(episode menghebohkan)

My son lagi ada di Gontor, masih calon santri, masih berjuang untuk bisa menimba ilmu di Gontor. Ya, ujian masuk masih sekitar sebulan lagi. Selama masa penantian menghadapi ujian masuk, calon santri menerima pembekalan dan pengarahan. Sistem pembekalannya sdh sama dengan pembelajaran santri. Mulai dari bangun tidur jam stgh empat pagi sampai tidur malam jam stgh sepuluh malam. Bahkan sholat wajib hrs berjamaah di masjid jami. Ketika ada calon santri melakukan kesalahan pun diberi sanksi walopun sanksi sederhana, tujuannya adalah untuk pembelajaran para calon santri bahwa di Gontor, aturan yg sdh tertulis maupun aturan lisan bener2 diberlakukan. Tidak berlaku istilah “aturan dibuat untuk dilanggar”.
Ketika my son di Gontor, saya sebenernya biasa aja, maksudnya, saya tdk menangis berkepanjangan, saya jg msh makan dg lahap (biasanya ibu2 lain pada nggak doyan makan ketika terpisah dg anaknya),dan  saya pun msh riang gembira melakukan ini itu spt biasanya.Kenapa saya bs begitu? Ya, karena ketika saya pamit my son di Gontor dulu dia tampak hepi n bsemangat bgt. Tapiiiiii, …… nggak tau knapa, tiga hari setelah my son di Gontor, badan saya rasanya  nggak enak bgt, sakit semua, nggreges2, kayak masuk angina. Biasanya minum teh panas trus baring2 udah baikan lagi, ini udah minum the panas, udah dikerik, udah minum obat, udah istirahat, tp kok blm baikan juga.
Kamis pagi jam 9 (10 hari my son di Gontor) ketika saya lagi tugas ngawasi tes semesteran, ada tlp, tertera no HP, ternyata diseberang ada suara my son dan dia, …….. nangis, ya, he was crying. My God, dia bilang mau pulang ke rmh semarang aja, mau sekolah di semarang aja, di Gontor capek, nggak bs tidur siang (saya br ngerti knapa bbrp hr terakhir saat itu saya rasanya meriang, adem panas , gemreges nggak karu karuan, ternyata my son sdg gundah n nggak nyaman di Gontor). Saya tenangkan dia n saya bilang saya segera ke Gontor hr itu juga.
After that saya called my husband and told him what happened to my son. He said that kita langsung mo ke Gontor abis Dhuhur.
Arriving there at 8 p.m. My son langsung crying lagi begitu ketemu kami (dan ternyata ada bbrp calon santri yg jg lagi nangis n dibujuk2 sama ibunya karena pengin pulang ke rumah aja). Saya ajak dia ngobrol, sambil sesenggukan dia bersikukuh tetep pengin plg. Akhirnya my husband asked him what he wanted supaya dia tetep bertahan di Gontor. Dia bilang minta ditengokin once a week. My husband langsung mengiyakan.
Dan alhamdulillah selalu ada pertolongan Alloh, kami berbagi dg my little sister yg ada di Jombang. So, the first week kami yg nengok dia, the second week, giliran my sister, begitu seterusnya. Saya jg tlp dia twice a week after Maghrib.
Ketika kami nengok dia terakhir saat msh calon santri, sebenernya pas mau pengumuman, tp ternyata pengumuman kelulusannya diundur sehari, padahal ijin saya hanya satu hari. Akhirnya my son menanti pengumuman kelulusan tanpa kami damping, padahal di moment penting itu hampir semua wali calon santri mendampingi anak2nya. Kami menunggu kabar dr Gontor dg hati dag dig dug, alhamdulillah ada temen di Gontor yg jg lagi mendampingi anaknya menanti pengumuman kelulusan, maka kami titip my son sama mereka.
Akhirnya ada kabar jg dari temen kami, alhamdulillah my son lulus ujian masuk Gontor dan ditempatkan di Gontor 6 Magelang. Sebenernya tujuan semua calon santri adalah Gontor 1 Ponorogo. For your information, ada 14 cabang Pondok Modern Gontor Putra dan Putri yg terpisah  dan Gontor 1 adalah Gontor Pusat, yg menerapkan kurikulum dan sistem pembelajaran sang sama. Kembali saya berpositive thinking sama Alloh, bahwa anak saya di Magelang itu insyaaAlloh memudahkan kami untuk menengok (Semarang – Magelang hanya 3 jam by car) dan ternyata lokasinya yg di pegunungan berhawa sejuk sangat nyaman untuk belajar, dan satu lagi, di Gontor 6 Magelang ada kolam renangnya (santri boleh renang saat ada waktu luang/ sdg tdk ada kegiatan belajar). Ternyata my son bilang kalo dia emang berdoa agar diterima di Gontor 6 Magelang.Alhamdulillah.

Minggu, 18 Agustus 2013

Belajar...belajar...dan terus belajar

Segala apa yang kita lihat, dengar, rasakan, dan yang kita kerjakan adalah pendidikan.  Pendidikan bukan hanya duduk  di dalam kelas dengan tangan sedeku diatas meja sambil mendengarkan seorang guru.  

Selama perjalanan mudik  romadhon dan diteruskan dengan safari syawal  aku  banyak  sekali menjalani pendidikan, apa  yang aku lihat, aku rasakan , aku dengar dan aku lakukan memberi pengalaman  yang luar biasa.

Dalam perjalanan dari kota  Semarang menuju Sragen, dari sragen  ke mertua Jombang, trus anter anak ke Malang , kembali ke Jombang lagi. Jam 2 malam aku berangkat dari Jombang pulang ke sragen dan melanjutkan ke Yogja karena  ada acara keluarga. Acara selesai jam 14.00 WIb  mampir ke kota Gede  rumah Om  yang  dulu momong nyonya. Trus pulang ke semarang  pas jam 23.00 wib.  belum selesai......  karena aku  tinggal di semarang  dan punya family  di semarang  aku  mulai jam 8 pagi  menuju  kota  kudus ke teman kuliahku dulu, jam 2  kembali  ke semarang  dilanjutkan  ke gunungpati dan sekitarnya, sampai rumah  pas jam 20.00 wib. Paginya kita lanjutkan perjalanan  ke kota  sukaharjo dan wonogiri  ke teman  kuliah  S2  sekarang. Ada beberapa  teman  yang  kita kunjungi, selesai dan pulang ke sragen pas  jam 20.00 wib, waktunya  istirahat  karena  esok paginnya  aku  harus meneruskan perjalanan ke Magetan dan Ponorogo. dari sragen aku berangkat jam 10 sampai magetan jam 12. mampir ke rumah teman  sebentar  trus  ke ponorogo, pas jam 14 aku masuk kota Ponorogo. 2 hari aku di Ponorogo, kembali ke sragen  trus  ke semarang pas  jam 19.00. agak lancar  karena  lewat tol bawen-semarang  yang baru dibuka.

Alhamdulillah perjalanan ini  semua lancar, rasa Syukur kuhaturkan kepada Allah  SWT  yang  telah memberi kekuatan  sehingga mobil dan fisikku  dapat dan kuat nyetir  sendirian menempuh perjalanan yang panjang ini. Ada beberapa  cerita yang inspiratif  selama aku menempuh perjalanan ini.

1. Aku bertemu  sosok ibu  yang luar biasa, sosok istri  yang luar biasa. Seorang istri  yang dengan penuh kesabaran dan kesetiaan mendampingi  suami yang menderita sakit stroke. Beliau rela memandikan dan merawat suaminya  yang menderita stroke. Aku  belajar,....karena aku melihat, mendengar, merasakan  dan melakukan sebuah perjuangan  yang diniati denga iklas didasari  dengan cinta  dan kasih sayang.

2. Seorang ibu yang memiliki 8 anak, yang hidup sendiri dirumah karena sudah ditinggal suami pergi mendahului menghadap sang Pencipta. Tiap Jam 2 malam  ibu itu  bangun, melakukan sholat lail, dzikir, baca Qur,an  sampai  menunggu subuh.... berpuasa senin-kamis  menjadi kebiasaan,  dan luar biasa dalam menjamu aku ( aku dianggap sebagai tamu). Pesan beliau kepadaku " mas hardo sekarang lakukan kebiasaan-kebiasaan baik  kayak  ibu lakukan.... gak usah nunggu tua  kayak  ibu sekarang"........   aku  belajar: mendengar, melihat, merasakan  dan melakukan  untuk membangun  kebiasaan2 baik  itu.....terima kasih  ibu...

Bersambung...


Senin, 05 Agustus 2013

Ke Gontor Apa Yang Kau Cari? ( #1 )

Tulisan ini ada di setiap gerbang Pondok Modern Gontor.Ya, dan ketika my son registered there setahun lalu, pertanyaan serupa muncul di dalam formulir pendaftaran, dan harus dijawab. My son answered, “ingin menjadi ustadz dan belajar Islam di Madinah” (aaamiiin).
Saya tidak menyangka Sandy pengin ke Gontor. Sejujurnya saya memang punya impian ketika dia msh di kelas 5 SD, saya bilang kalo saya pengin dia melanjutkan belajar di Gontor, tetapi dia menolak dg keras. Sandy pengin sekolah di SMPnya mama, bs antar jemput mama jg n plg sekolah bs mampir makan di bakso kotak Surabaya. Saya tdk merayunya, tapi saya merayu Alloh, saya berdoa agar Sandy mau ke Gontor.
Ketika awal semester 2 kelas 6, saya coba ngobrol lagi sama dia, ngobrol dan bukan merayu. Saya ngobrol mengedepankan logika. Alloh belum berkehendak utk mengabulkan doa saya, dia msh tetep ingin sekolah bareng mama. Saya tetap positive thinking sama Alloh, n saya tetap meminta padaNya. Saya pikir msh ada kesempatan sekecil apapun itu.
Sampai akhirnya saya terbengong bengong nggak percaya, ketika suatu sore sepulang sekolah dan bahkan blm sempat ganti baju seragamnya, Sandy bilang sama saya yg lg masak , “Mama, aku mau ke Gontor.” 
Saya (sambil mengucap Subhanalloh dlm hati) tanya sama dia,” Kenapa mau ke Gontor?” Trus, Sandy cerita kalo temennya brsn survey ke sana n kata temennya disana enak. Positive thinking aja, hidayah Alloh bs dari mana saja, walopun lewat cara paling sederhana.
Next stepnya, papanya langsung ajak dia browsing internet (padahal dulu ya udah pernah dilakukan saat kita msh gencar merayunya utk ke Gontor) dan ngobrol lumayan lama, termasuk jg membahas hal2 yg nggak enak (utk abg) for example; ntar di gontor, dia hrs cuci baju sendiri, cuci piring sendiri, makan hrs ke dapur umum, nggak bs pegang HP, laptop apalagi main game, dan pastinya he will have many activities there. Sandy bilang nggak apa apa, maksudnya, dia mau menerima.
So, a month before UN, kita ajak Sandy survey dulu ke Gontor, Ponorogo. Di Ponorogo ada 2 pondok, Gontor 1 ( yg tertua or some people say, ini adalah Gontor Pusat) dan Gontor 2. Ketika di Gontor 1, seorang ustadz di bagian informasi memberitahukan bahwa registrasi dilakukan di Gontor 2. Ketika di Gontor 2, kita langsung jalan2 liat kamar, kelas, kamar mandi, sampai masjidnya. Saya tanya Sandy, apa dia msh tetep ingin di Gontor? Dg mantap dia jawab iya. Saya sebenernya msh blm begitu mantap dg jawabannya, maksudnya, apa iya Sandy bener2 pengin di Gontor? Tp yaaaa, saya coba ikuti maunya dulu. Saya seneng, banget malah, Sandy mau ke Gontor. Saking senengnya saya jadi agak takut jg kalo dia change his mind. Saya mohon sama Alloh agar DIA menjaga hidayahNya utk Sandy.
A month after UN, kami antar Sandy ke Gontor 2 utk registrasi, dia dpt nomer 1539, dan kamarnya di Gedung Utama nomer 209. Setelah beres urusan administrasi, kita langsung ke kamarnya. Saya merapikan lemarinya, Sandy sdh langsung ikut kegiatan. Dan memang calon santri langsung tinggal di pondok begitu dia daftar. Malamnya kami pulang, setelah sebelumnya ngobrol sama Sandy, dia mau langsung ditinggal di pondok karena sdh punya beberapa teman.


by mama Sandy

Jumat, 21 Juni 2013

Delphi koneksi Database Access

APLIKASI  DATABASE DI DELPHI  6

KOMPETENSI :
1.   Membuat  Database ACCESS  2007 dan Koneksi
2.   Membuat  Form  Tampil Data
3.   Membuat Form Input Data
4.   Menampilkan Foto Fasilitas  Simpan dan Batal  





Baik, jika anda tertarik  silakan  download  modul  berikit  ini. Semoga Bermanfaat.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 

Free SEO Tools

MULAILAH SEKARANG !!! Walaupun harus dari nol kecil